Lewati ke konten utama
Keuangan UMKM9 menit baca

Mencatat Biaya Marketplace di Pembukuan UMKM: Penjualan, Potongan, Iklan, Pajak, dan Persediaan

Cara mencatat penjualan, potongan marketplace, voucher, iklan, PPh dipungut, retur, dan persediaan di pembukuan UMKM seller, dengan contoh satu pesanan.

Tim REKAPIN Finance

Redaksi REKAPIN Blog

Tangan menulis dengan pena di atas kertas di samping buku merah
Foto: @hannaholinger di Unsplash

Poin penting

  • Catat penjualan dari nilai barang yang dibeli pembeli, lalu catat potongan marketplace, voucher, iklan, dan pajak sebagai baris terpisah. Mencatat hanya dana yang cair membuat biaya tidak terlihat, dan laba terlihat lebih besar dari kenyataan.
  • SAK EMKM menuntut pemisahan kekayaan pribadi dari usaha, pencatatan berbasis biaya perolehan, dan pengakuan persediaan terjual sebagai beban pada periode pendapatannya. Persediaan yang rusak diakui sebagai beban saat kerusakan terjadi.
  • PPh Pasal 22 yang dipungut marketplace adalah pembayaran pajak di muka, bukan biaya marketplace biasa. Catat terpisah dan simpan bukti pemungutannya. Cara memperhitungkannya dalam SPT perlu ditanyakan ke konsultan pajak.
Daftar isi
  1. 01Prinsip dasar dari standar dan panduan resmi
  2. 02Mengapa jangan hanya mencatat dana yang cair
  3. 03Memetakan biaya Shopee ke akun pembukuan
  4. 04Contoh satu pesanan dari harga jual sampai dana cair
  5. 05Iklan, voucher, retur, dan persediaan
  6. 06Kapan mencatat: tanggal pesanan atau tanggal dana cair
  7. 07Struktur akun minimal yang cukup untuk seller kecil
  8. 08Langkah membangun pencatatan yang rapi
  9. 09Kesalahan yang sering terjadi
  10. 10Pertanyaan yang sering ditanyakan
  11. 11Sumber dan rujukan

Banyak seller mencatat penjualan dari dana yang masuk ke rekening. Cara itu mudah, tetapi menyembunyikan hampir semua hal penting: berapa potongan marketplace, berapa voucher yang kamu tanggung, berapa iklan, dan berapa pajak yang dipungut. Hasilnya, laba terlihat besar sampai hari kamu membandingkannya dengan uang yang benar-benar tersisa.

Artikel ini menyusun cara mencatat biaya marketplace di pembukuan UMKM, dengan acuan halaman resmi Shopee tentang kategorisasi biaya, standar akuntansi SAK EMKM, dan panduan OJK. Ada contoh satu pesanan dari harga jual sampai dana cair, struktur akun minimal yang bisa dipakai di spreadsheet, dan batas bahwa artikel ini bukan nasihat pajak atau akuntansi profesional.

Prinsip dasar dari standar dan panduan resmi

Halaman Tentang SAK EMKM dari Ikatan Akuntan Indonesia menyebut SAK EMKM sebagai standar yang disederhanakan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan dasar pengukuran biaya historis sehingga aset dan liabilitas cukup dicatat sebesar biaya perolehannya. Standar ini mengasumsikan konsep entitas bisnis: untuk menyusun laporan berdasarkan SAK EMKM, kekayaan pribadi pemilik harus dipisahkan dari kekayaan dan hasil usaha. Pemisahan ini dibahas praktisnya di artikel pisahkan uang pribadi dan uang toko.

Bab 9 tentang persediaan, pada halaman SAK EMKM, menetapkan persediaan diakui sebesar biaya perolehan, dengan pilihan rumus masuk pertama keluar pertama atau rata-rata tertimbang. Persediaan yang rusak atau usang diakui sebagai beban pada periode kerugian itu terjadi, dan persediaan yang terjual diakui sebagai beban pada periode pendapatan terkait diakui. Artikel cara menghitung HPP membahas rumusnya.

Panduan OJK Pengusaha UMKM Juga Perlu Pengelolaan Keuangan mengingatkan hal yang sederhana tetapi sering dilewati: catat pemasukan dan pengeluaran setiap hari agar biaya operasional, keuntungan, dan modal bisa diketahui, serta pisahkan keuangan pribadi dan usaha, misalnya dengan menggaji diri sendiri. Panduan ini tidak membahas marketplace, tetapi prinsipnya berlaku.

Mengapa jangan hanya mencatat dana yang cair

Dana yang cair adalah hasil akhir setelah banyak potongan. Bila hanya itu yang kamu catat, kamu tidak melihat komponennya, sehingga sulit menjawab pertanyaan penting. Apakah biaya administrasi naik? Apakah voucher terlalu besar? Berapa biaya iklan sebenarnya? Apakah ada selisih ongkir? Pertanyaan ini dibahas dari sisi laba di artikel laba Shopee tidak sesuai omzet.

Pendekatan yang lebih berguna adalah mencatat penjualan pada nilai barang yang dibayar pembeli, lalu mencatat tiap potongan sebagai baris terpisah. Dengan begitu pembukuanmu menunjukkan kinerja produk dan efisiensi biaya, bukan hanya kas masuk. Dana cair tetap dicatat sebagai uang yang masuk ke saldo marketplace atau rekening, dan dicocokkan di akhir bulan.

Memetakan biaya Shopee ke akun pembukuan

Halaman Kategorisasi Biaya Penjual di Shopee, 31 Juli 2026, membagi biaya menjadi lima kelompok, dan pembagian itu bisa langsung dipakai sebagai kerangka akun. Biaya Platform: biaya administrasi, biaya proses pesanan, dan biaya pembayaran Shopee Mall. Biaya Gratis Ongkir XTRA, yang opsional. Biaya Layanan opsional untuk program seperti Promo XTRA, Live XTRA, Video XTRA, dan SPayLater XTRA. Biaya Promosi opsional: komisi AMS, biaya kampanye, dan isi saldo iklan otomatis. Dan Biaya Lainnya seperti pre-order, hemat biaya kirim, dan asuransi pengiriman.

Halaman itu juga menyebut cara melihat rinciannya: Rincian Pesanan untuk per pesanan, dan Rincian Penghasilan lewat Penghasilan Saya dengan opsi ekspor ke Excel. Di TikTok Shop, rincian ada di laporan penyelesaian dan file Income, dibahas di artikel rincian potongan TikTok Shop. Dua kelompok yang sering terlewat adalah biaya promosi, karena saldo iklan dibeli terpisah dari penjualan, dan biaya voucher penjual, karena tidak ada tagihannya.

Contoh satu pesanan dari harga jual sampai dana cair

Ilustrasi dengan angka rekaan, bukan tarif marketplace. Pembeli membeli satu produk seharga Rp80.000. Kamu menanggung voucher Rp5.000 sehingga penjualan bersih Rp75.000. Potongan marketplace gabungan, yaitu administrasi, proses pesanan, dan program opsional, Rp11.000. Modal barang Rp35.000. Sebagai penjual non-PKP, PPh Pasal 22 dipungut 0,5 persen dari Rp75.000, yaitu Rp375, untuk penjual yang tidak dikecualikan.

Pencatatannya: penjualan Rp80.000, voucher penjual Rp5.000 sebagai pengurang penjualan, potongan marketplace Rp11.000 sebagai beban, HPP Rp35.000 sebagai beban, dan PPh Pasal 22 dipungut Rp375 sebagai pajak dibayar di muka. Dana cair adalah Rp75.000 dikurangi Rp11.000 dikurangi Rp375, yaitu Rp63.625. Laba sebelum iklan adalah Rp75.000 dikurangi Rp11.000 dikurangi Rp35.000, yaitu Rp29.000. Selisih Rp375 antara laba dan dana cair dikurangi modal adalah pajak yang kamu perlakukan sebagai pembayaran di muka, bukan beban operasional.

Perhatikan bahwa dana cair dikurangi modal, yaitu Rp28.625, lebih rendah dari laba yang sebenarnya. Kalau hanya melihat dana cair, kamu akan menganggap pajak sebagai biaya. Dasar pajak ini, rumus PKP, dan dokumen pengecualian dibahas di artikel PPh Pasal 22 marketplace.

Iklan, voucher, retur, dan persediaan

Iklan. Halaman Tentang Iklan Shopee menyebut setiap pembelian Saldo Iklan dikenai PPN sebelas persen dan saldo tidak bisa dikembalikan. Karena saldo dibeli di muka dan dipakai bertahap, ada dua cara mencatat. Cara sederhana: catat seluruh pembelian sebagai beban iklan saat isi saldo, lalu konsisten. Cara lebih rapi: catat sebagai saldo iklan di aset dan pindahkan ke beban sesuai pemakaian. Apa pun pilihanmu, catat jumlah yang dibayar setelah PPN, bukan hanya saldo yang diterima. Apakah PPN itu bisa dikreditkan bergantung pada status PKP, jadi tanyakan ke konsultan pajak. Cara menilai hasil iklan ada di artikel iklan Shopee dan saldo iklan.

Voucher penjual mengurangi uang yang kamu terima, sehingga catat sebagai pengurang penjualan atau beban promosi dan konsisten. Untuk cashback koin, halaman Voucher Toko Saya menyebut biaya koin ditanggung penjual dan dikembalikan bila produk diretur. Retur dan pembatalan dicatat sebagai pengurang penjualan, termasuk biaya yang tetap tertinggal, seperti dibahas di artikel biaya saat pesanan batal atau diretur.

Persediaan. Saat produk terjual, biaya perolehannya menjadi beban, yaitu HPP. Barang rusak, hilang, atau usang diakui sebagai beban saat kejadiannya, bukan menumpuk di stok. Karena itu stok opname berkala penting, seperti di artikel stok opname seller marketplace. Barang yang hilang dalam pengiriman dan proteksinya dibahas di artikel paket hilang, rusak, atau kosong.

Kapan mencatat: tanggal pesanan atau tanggal dana cair

Dana marketplace cair beberapa hari setelah pesanan selesai, dan kadang melewati akhir bulan. Pilih satu aturan dan jalankan konsisten. Aturan sederhana untuk seller kecil: catat penjualan pada tanggal pesanan selesai atau dana dilepas menurut laporan penghasilan, dan catat dana yang belum cair di akhir bulan sebagai tagihan ke marketplace. Contoh, pesanan selesai 30 hari bulan ini tetapi dananya cair tanggal 2 bulan depan: penjualan masuk bulan ini, dan uangnya masuk bulan depan sebagai pelunasan tagihan itu.

Perhatikan bahwa tanggal pesanan selesai di Shopee berubah mulai September 2026: pesanan selesai otomatis dua hari setelah paket tiba, seperti dibahas di artikel faktur saya Shopee. Pemetaan waktu dana masuk dibahas di artikel kalender arus kas seller marketplace.

Struktur akun minimal yang cukup untuk seller kecil

  • Penjualan bersih per marketplace: Shopee, TikTok Shop, penjualan langsung.
  • Pengurang penjualan: voucher penjual, retur, dan pembatalan.
  • HPP dan persediaan: pembelian barang, stok akhir, kerugian persediaan.
  • Biaya platform: administrasi, proses pesanan, komisi.
  • Biaya program opsional: Gratis Ongkir XTRA, Promo XTRA, Live XTRA, SAP, PayLater.
  • Biaya promosi: iklan (termasuk PPN), komisi afiliasi, kampanye.
  • Selisih ongkir dan biaya logistik lain.
  • Pajak dibayar di muka: PPh Pasal 22 dipungut marketplace, dengan bukti bulanan.
  • Biaya operasional: kemasan, gaji tim, sewa, internet, perlengkapan.
  • Kas dan saldo: saldo penjual per marketplace, rekening bank, dan tagihan ke marketplace yang belum cair.

Langkah membangun pencatatan yang rapi

  1. Pisahkan rekening usaha dari rekening pribadi, dan tetapkan gaji pemilik sebagai pos tersendiri.
  2. Siapkan satu spreadsheet atau aplikasi pembukuan dengan akun minimal di atas. Beri kode yang sama untuk produk di semua marketplace.
  3. Tiap bulan, ekspor laporan penghasilan dari tiap marketplace dan masukkan sebagai data mentah, tanpa diedit.
  4. Pecah tiap komponen ke akun yang sesuai: penjualan, voucher, potongan platform, program opsional, iklan, ongkir, dan pajak.
  5. Catat pembelian saldo iklan beserta PPN, dan tentukan apakah dicatat sebagai beban saat isi atau saat terpakai. Jangan berpindah-pindah.
  6. Catat PPh Pasal 22 dipungut sebagai pajak dibayar di muka dan simpan dokumen bukti pemungutannya.
  7. Hitung stok akhir dan HPP bulan itu, dan catat kerugian persediaan sebagai beban pada bulan kejadiannya.
  8. Cocokkan saldo marketplace dan rekening bank dengan catatanmu, lalu catat tagihan yang belum cair. Prosedurnya ada di artikel rekonsiliasi bulanan seller marketplace.

Sebagian pekerjaan ini bisa dibantu aplikasi, tetapi aturannya tetap kamu yang menentukan. Bila usahamu berkembang atau perlu laporan untuk bank atau mitra, minta akuntan menilai apakah SAK EMKM sudah memenuhi kebutuhan pelaporanmu, seperti yang disarankan halaman IAI. Untuk pajak, bicarakan dengan konsultan pajak.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencatat penjualan hanya dari dana yang cair sehingga biaya tidak terlihat.
  • Mencatat pembelian saldo iklan tanpa PPN atau mencampur dua cara pencatatan.
  • Memasukkan PPh Pasal 22 dipungut ke biaya marketplace biasa.
  • Tidak mencatat tagihan ke marketplace yang belum cair di akhir bulan.
  • Mencampur uang pribadi dan uang toko sehingga biaya usaha tidak jelas.
  • Menumpuk barang rusak dan hilang di stok tanpa diakui sebagai beban.
  • Mengubah data mentah laporan penghasilan sehingga tidak bisa dicocokkan dengan sumbernya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah SAK EMKM wajib dipakai seller marketplace?

Halaman Tentang SAK EMKM dari IAI menyebut SAK EMKM standar yang dapat digunakan entitas yang memenuhi definisi tanpa akuntabilitas publik yang signifikan dan karakteristik UMKM. Wajib atau tidaknya bergantung pada kebutuhan pelaporanmu, jadi tanyakan ke akuntan.

Mengapa kekayaan pribadi harus dipisah dari usaha?

SAK EMKM mendasarkan diri pada konsep entitas bisnis, sehingga untuk menyusun laporan berdasarkan standar itu kekayaan pribadi pemilik harus dipisahkan dari kekayaan dan hasil usaha. OJK juga menyarankan pemisahan itu dan menggaji diri sendiri.

Kapan persediaan diakui sebagai beban?

Saat persediaan dijual, jumlah tercatatnya diakui sebagai beban pada periode pendapatan terkait. Persediaan yang rusak atau usang diakui sebagai beban pada periode kerugian itu terjadi, menurut Bab 9 SAK EMKM.

Bagaimana mencatat saldo iklan yang dibeli lebih dulu?

Ada dua cara yang konsisten: catat sebagai beban saat isi saldo, atau catat sebagai saldo iklan di aset lalu pindahkan ke beban sesuai pemakaian. Catat jumlah yang dibayar setelah PPN. Saldo iklan Shopee tidak bisa dikembalikan.

Apakah PPh Pasal 22 yang dipungut marketplace termasuk biaya?

Menurut DJP, ia dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak atau bagian pelunasan PPh Final, jadi catat sebagai pajak dibayar di muka, terpisah dari biaya marketplace. Perlakuan di SPT perlu dikonfirmasi ke konsultan pajak.

Haruskah saya mencatat tiap pesanan satu per satu?

Tidak harus. Impor laporan penghasilan bulanan sebagai data mentah, lalu jumlahkan per komponen. Catat per pesanan hanya untuk selisih yang tidak wajar, retur besar, atau produk yang ingin kamu analisis.

Sumber dan rujukan

Aturan dan biaya marketplace di artikel ini dicocokkan dengan halaman resmi di bawah. Isi artikelnya ditulis ulang dengan kata kami sendiri, dan angka contohnya hanya ilustrasi. Halaman marketplace bisa berubah kapan saja, jadi tanggal akses menunjukkan kapan kami terakhir membacanya.

  1. Tentang SAK EMKM

    Ikatan Akuntan Indonesia. Diakses 4 Oktober 2026.

    Dasar pengukuran biaya historis, konsep entitas bisnis, dan sifat SAK EMKM.

  2. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), Bab 9 Persediaan

    Ikatan Akuntan Indonesia. Diakses 4 Oktober 2026.

    Pengakuan persediaan sebesar biaya perolehan, rumus biaya, dan pengakuan beban.

  3. Pengusaha UMKM Juga Perlu Pengelolaan Keuangan Loh

    Otoritas Jasa Keuangan (portal Sikapi Uangmu). Diakses 4 Oktober 2026.

    Disiplin pencatatan harian dan pemisahan keuangan pribadi dan usaha.

  4. Kategorisasi Biaya Penjual di Shopee

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 31 Juli 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    Lima kelompok biaya penjual Shopee dan lokasi rincian biaya.

  5. Tentang Iklan Shopee

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 21 Agustus 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    PPN pada pembelian Saldo Iklan dan ketentuan saldo tidak dapat dikembalikan.

  6. Tentang Voucher Toko Saya

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 3 Juni 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    Biaya voucher dan cashback koin yang ditanggung penjual.

  7. Pemungutan PPh Pasal 22 Melalui Marketplace Mulai Dilaksanakan 1 Oktober 2026

    Direktorat Jenderal Pajak, terbit 1 Oktober 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    Sifat PPh Pasal 22 yang dipungut sebagai kredit pajak atau bagian PPh Final.

Catatan metode. Contoh satu pesanan memakai angka rekaan. Struktur akun minimal, dua cara mencatat saldo iklan, dan aturan tanggal pencatatan adalah metode kerja REKAPIN, bukan ketentuan SAK EMKM, OJK, atau marketplace. Perlakuan pajak dan PPN perlu dikonfirmasi ke konsultan pajak; artikel ini bukan nasihat akuntansi atau pajak.

Bermanfaat? Bagikan artikel ini

Tentang penerbit

REKAPIN Blog ditulis oleh Tim REKAPIN Finance, pembuat aplikasi pembukuan untuk seller TikTok Shop dan Shopee. Angka contoh di artikel adalah ilustrasi, dan aturan marketplace bisa berubah, jadi selalu cek sumber resminya. Cara kami menulis.

Ingin hitungan seperti ini dikerjakan otomatis? Lihat REKAPIN Finance atau tonton video tutorialnya.

Artikel terkait

Lihat semua artikel