Lewati ke konten utama
Tips Marketplace7 menit baca

Data Pembeli di Shopee dan TikTok Shop: Apa yang Boleh Kamu Simpan, Pakai, dan Harus Dihapus

Nama dan nomor pembeli kini disamarkan di Shopee. Aturan memakai dan menyimpan data pembeli di Shopee dan TikTok Shop, serta pembukuan tanpa data pribadi.

Tim REKAPIN Finance

Redaksi REKAPIN Blog

Ponsel menampilkan ikon gembok di atas latar kuning
Foto: @franckinjapan di Unsplash

Poin penting

  • Shopee menyamarkan nama dan nomor telepon pembeli di semua tahap pesanan dan menyamarkan alamat setelah 61 hari pesanan selesai. Untuk menghubungi pembeli, gunakan chat di dalam platform.
  • Data pembeli hanya boleh dipakai untuk memproses pesanan dan menangani pengembalian atau klaim. Menjual, membagikan ke pihak ketiga, atau mengirim promosi di luar platform tanpa persetujuan dianggap penyalahgunaan dan dapat berujung penalti atau pemblokiran akun.
  • Pembukuan tidak membutuhkan identitas pembeli. Simpan nomor pesanan, tanggal, produk, dan nominal; hindari menyimpan nama, nomor telepon, dan alamat, dan hapus data pribadi yang tidak diperlukan lagi.
Daftar isi
  1. 01Shopee menyamarkan identitas pembeli di seluruh proses
  2. 02Mencocokkan pesanan tanpa nama pembeli
  3. 03Apa yang dianggap penyalahgunaan informasi pembeli
  4. 04Aturan serupa di TikTok Shop dan Tokopedia
  5. 05Dasar hukum: UU Pelindungan Data Pribadi
  6. 06Pembukuan tidak membutuhkan identitas pembeli
  7. 07Langkah membangun kebiasaan privasi di toko kecil
  8. 08Kesalahan yang sering terjadi
  9. 09Pertanyaan yang sering ditanyakan
  10. 10Sumber dan rujukan

Banyak seller menganggap data pembeli adalah aset toko: daftar nomor WhatsApp untuk promosi, alamat untuk dikirimi brosur, atau nama pelanggan setia untuk dicatat di buku. Padahal di Shopee dan TikTok Shop, data itu dipinjamkan hanya untuk satu tujuan, yaitu memenuhi pesanan, dan penyalahgunaannya bisa berujung penalti, pembatasan akun, bahkan tindakan hukum.

Artikel ini menjelaskan aturan menyimpan dan memakai data pembeli berdasarkan halaman resmi Shopee, ketentuan layanan penjual TikTok Shop, dan dasar hukum pelindungan data pribadi, lalu menunjukkan cara menjalankan pembukuan yang tetap lengkap tanpa menyimpan data pribadi yang tidak perlu. Ini penjelasan umum, bukan nasihat hukum.

Shopee menyamarkan identitas pembeli di seluruh proses

Halaman Tampilan Informasi Pembeli, diperbarui 9 Februari 2026, menjelaskan bahwa akses penjual terhadap informasi pribadi pembeli dibatasi selama pemenuhan pesanan. Nama dan nomor telepon pembeli disamarkan di semua tahap pesanan, baik di Seller Centre, aplikasi Shopee, maupun aplikasi lain yang kamu pakai mengelola toko. Alamat dapat dilihat selama proses pengiriman dan disamarkan setelah 61 hari pesanan dinyatakan selesai.

Bila kamu perlu menghubungi pembeli, halaman itu mengarahkan lewat Chat di Shopee, dan menganjurkan semua percakapan dan transaksi dilakukan di dalam platform supaya ada catatan yang berguna untuk banding atau retur. Praktisnya, jangan lagi mengandalkan nama pembeli untuk mencocokkan pesanan dengan resi.

Mencocokkan pesanan tanpa nama pembeli

FAQ Tampilan Informasi Pembeli menjawab keluhan umum penjual. Untuk mencocokkan pesanan dengan nomor resi yang benar, pakai nomor pesanan yang tersedia selama pemenuhan, atau masukkan nomor resi di halaman Pesanan Saya. Untuk mengecek pembeli yang mencurigakan, kamu masih bisa melihat alamat pembeli selama pesanan di tahap Perlu Dikirim, sehingga bisa memeriksanya sebelum mengatur pengiriman.

FAQ itu juga memberi solusi untuk produk custom yang butuh konfirmasi cepat: aktifkan Pre-order dengan masa pengemasan lebih panjang, dan minta pembeli mengirim detail pesanan lewat chat atau mencantumkan nomor telepon di catatan pesan untuk penjual. Ini cara sah yang sudah dibuka platform, jadi tidak perlu mencari nomor pembeli di luar sistem.

Apa yang dianggap penyalahgunaan informasi pembeli

Halaman Kebijakan Terhadap Penyalahgunaan Informasi Pembeli, diperbarui 17 Maret 2025, menjelaskan bahwa informasi seperti nama, alamat, dan kontak dibagikan kepada penjual untuk memfasilitasi pemenuhan pesanan. Penjual dianggap menyalahgunakannya bila:

  • membagikannya ke media sosial atau platform internet lain yang tidak disetujui Shopee;
  • membagikan atau menjualnya ke layanan pihak ketiga yang tidak disetujui Shopee;
  • memakainya untuk mengirim materi pemasaran di luar Shopee tanpa persetujuan pembeli, misalnya lewat SMS, WhatsApp, atau email;
  • memakainya untuk mengganggu atau melecehkan pembeli di luar Shopee;
  • melakukan tindakan lain yang melanggar pelindungan data pribadi, termasuk menyebarkan data pribadi di platform seperti di chat penjual atau di ulasan.

Sanksinya bergantung beratnya pelanggaran: poin penalti atau pembatasan sampai pemblokiran akun, dan Shopee menyatakan akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk melindungi hak konsumen. Penjual juga wajib menjaga keamanan data pembeli selama pemenuhan pesanan agar tidak bocor.

Aturan serupa di TikTok Shop dan Tokopedia

Ketentuan Layanan Penjual untuk Shop (KETENTUAN LAYANAN PENJUAL UNTUK SHOP, diperbarui 9 Februari 2026) menyebut data yang tersedia untuk penjual lewat platform hanya boleh dipakai sesuai ketentuan, pemberitahuan privasi kepada pembeli, dan hukum yang berlaku. Tujuan yang diizinkan adalah memproses dan memenuhi pesanan serta menangani refund, pembatalan, pertanyaan, atau klaim pembeli.

Penjual tidak boleh menjual atau memperdagangkan data itu, memakainya untuk tujuan lain tanpa persetujuan pembeli sesuai hukum, atau mengirim pesan pemasaran langsung lewat surel atau komunikasi langsung kecuali ada persetujuan tegas dan terinformasi, atau lewat fitur khusus yang disediakan platform. Ada satu kewajiban yang jarang disadari: penjual harus mengambil langkah keamanan yang memadai dan menghapus data itu sesegera mungkin setelah transaksi dengan pembeli selesai.

Dasar hukum: UU Pelindungan Data Pribadi

Aturan platform berdiri di atas hukum. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, yang tersedia di JDIH BPK dan berlaku sejak 17 Oktober 2022, adalah dasar hukum pelindungan data pribadi di Indonesia. Aturan platform tadi bisa dibaca sebagai penerapan prinsip itu pada urusan jualan online: kumpulkan seperlunya, pakai sesuai tujuan, jaga, dan hapus.

Untuk toko kecil, pesan praktisnya sederhana. Setiap data pribadi yang kamu simpan adalah tanggung jawabmu. Semakin sedikit yang disimpan, semakin kecil risiko kebocoran dan semakin ringan kewajibanmu. Panduan menjaga data pembukuan di komputer sendiri ada di artikel data pembukuan di komputer sendiri.

Pembukuan tidak membutuhkan identitas pembeli

Untuk membuat laporan laba rugi, kamu hanya butuh nomor pesanan, tanggal, produk, jumlah, harga, potongan, dan uang yang cair. Nama dan alamat pembeli tidak mengubah angka apa pun. Laporan penghasilan Shopee, menurut halaman Tentang Penghasilan Saya, memuat kolom informasi pembeli termasuk username dan metode pembayaran, jadi kalau kamu mengolah file itu, perlakukan kolom tersebut sebagai data pribadi.

Cara aman yang bisa langsung dilakukan: hapus atau samarkan kolom identitas pembeli saat mengimpor laporan ke pembukuan, simpan hanya nomor pesanan sebagai kunci, dan jangan membagikan file mentah ke karyawan atau pihak lain yang tidak perlu. Dengan begitu pembukuanmu tetap bisa direkonsiliasi dengan laporan marketplace tanpa membawa data pembeli.

Langkah membangun kebiasaan privasi di toko kecil

  1. Tulis aturan tertulis satu halaman: data pembeli hanya dipakai untuk memproses pesanan, retur, dan klaim. Bagikan ke semua orang yang punya akses ke Seller Centre.
  2. Cocokkan pesanan dengan nomor pesanan dan nomor resi, bukan nama. Ajari tim packing memakai nomor itu.
  3. Hubungi pembeli lewat chat platform saja. Jangan menyalin nomor pembeli ke kontak pribadi atau grup.
  4. Saat mengekspor laporan, buang kolom nama, alamat, dan nomor telepon sebelum disimpan atau dibagikan. Simpan versi bersih untuk pembukuan.
  5. Jangan menyebut nama, nomor, atau alamat pembeli di ulasan balasan, chat, atau media sosial, termasuk saat menjawab keluhan.
  6. Hapus file yang berisi data pribadi setelah transaksi dan masa retur selesai. Untuk TikTok Shop, ketentuannya meminta penghapusan sesegera mungkin setelah transaksi selesai.
  7. Batasi akses: pakai Sub Akun untuk karyawan dan cabut aksesnya saat orang keluar dari tim. Untuk laptop atau flashdisk yang memuat data, aktifkan enkripsi seperti dibahas di artikel pembukuan.

Kalau data pembeli berkaitan dengan retur atau klaim, simpan bukti seperlunya dan hanya selama dibutuhkan. Rincian bukti klaim ada di artikel paket hilang, rusak, atau kosong, dan risiko pembeli bermasalah dibahas di artikel COD Shopee.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengumpulkan nomor pembeli untuk grup promosi tanpa persetujuan, padahal itu pelanggaran yang disebut jelas di halaman kebijakan.
  • Menyimpan laporan Excel mentah berisi username dan alamat di folder bersama yang bisa diakses banyak orang.
  • Menyebut nama atau alamat pembeli di balasan ulasan saat membela diri.
  • Mengira data pembeli boleh disimpan selamanya karena dibutuhkan untuk pembukuan.
  • Memberikan kata sandi Seller Centre ke karyawan alih-alih memakai Sub Akun dan membatasi akses.
  • Mengirim data pembeli ke pihak ketiga, misalnya jasa pengiriman di luar sistem atau agen pemasaran, tanpa persetujuan platform.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Mengapa nama pembeli tidak lagi terlihat di pesanan Shopee?

Karena Shopee menyamarkan nama dan nomor telepon pembeli di semua tahap pesanan untuk menjaga privasi, menurut halaman Tampilan Informasi Pembeli. Alamat dapat dilihat selama pengiriman dan disamarkan 61 hari setelah pesanan selesai.

Bagaimana saya mencocokkan pesanan dengan resi bila nama pembeli disamarkan?

Pakai nomor pesanan, atau masukkan nomor resi di halaman Pesanan Saya. FAQ resmi menyebut cara itu menggantikan pencocokan lewat nama pembeli.

Bolehkah saya mengirim promo lewat WhatsApp ke pembeli?

Tidak tanpa persetujuan pembeli. Halaman kebijakan Shopee menyebut memakai informasi pembeli untuk pemasaran di luar Shopee tanpa persetujuan, misalnya lewat SMS, WhatsApp, atau email, sebagai penyalahgunaan.

Apa sanksi penyalahgunaan informasi pembeli di Shopee?

Poin penalti atau pembatasan hingga pemblokiran akun tergantung beratnya pelanggaran, dan Shopee menyatakan akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk melindungi hak konsumen.

Apakah saya boleh menyimpan data pembeli untuk pembukuan?

Pembukuan tidak membutuhkan identitas pembeli. Simpan nomor pesanan, tanggal, produk, dan nominal, dan hapus nama, nomor telepon, serta alamat yang tidak lagi diperlukan. Ketentuan TikTok Shop meminta data itu dihapus sesegera mungkin setelah transaksi selesai.

Apakah artikel ini nasihat hukum?

Bukan. Ini penjelasan umum dari halaman resmi platform dan dasar hukum yang ditautkan. Untuk kasus tertentu atau toko berskala besar, konsultasikan dengan penasihat hukum.

Sumber dan rujukan

Aturan dan biaya marketplace di artikel ini dicocokkan dengan halaman resmi di bawah. Isi artikelnya ditulis ulang dengan kata kami sendiri, dan angka contohnya hanya ilustrasi. Halaman marketplace bisa berubah kapan saja, jadi tanggal akses menunjukkan kapan kami terakhir membacanya.

  1. Tampilan Informasi Pembeli

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 9 Februari 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    Penyamaran nama dan nomor telepon pembeli di semua tahap pesanan dan alamat setelah 61 hari.

  2. FAQ Tampilan Informasi Pembeli

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 23 Mei 2025. Diakses 4 Oktober 2026.

    Cara mencocokkan pesanan tanpa nama pembeli dan solusi konfirmasi pembeli.

  3. Kebijakan Terhadap Penyalahgunaan Informasi Pembeli

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 17 Maret 2025. Diakses 4 Oktober 2026.

    Definisi penyalahgunaan informasi pembeli dan sanksinya.

  4. Ketentuan Layanan Penjual untuk Shop

    Tokopedia & TikTok Shop Academy, terbit 9 Februari 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    Tujuan yang diizinkan memakai data platform, larangan pemasaran tanpa persetujuan, dan kewajiban menghapus data.

  5. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

    JDIH Badan Pemeriksa Keuangan RI, terbit 17 Oktober 2022. Diakses 4 Oktober 2026.

    Dasar hukum pelindungan data pribadi di Indonesia.

  6. Tentang Penghasilan Saya

    Pusat Edukasi Penjual Shopee, terbit 30 September 2026. Diakses 4 Oktober 2026.

    Kolom informasi pembeli, termasuk username, pada laporan penghasilan.

Catatan metode. Panduan praktik privasi untuk toko kecil (laporan tanpa kolom identitas, hapus data yang tidak diperlukan) adalah rekomendasi REKAPIN yang disusun dari aturan platform dan hukum di atas, dan bukan nasihat hukum.

Bermanfaat? Bagikan artikel ini

Tentang penerbit

REKAPIN Blog ditulis oleh Tim REKAPIN Finance, pembuat aplikasi pembukuan untuk seller TikTok Shop dan Shopee. Angka contoh di artikel adalah ilustrasi, dan aturan marketplace bisa berubah, jadi selalu cek sumber resminya. Cara kami menulis.

Ingin hitungan seperti ini dikerjakan otomatis? Lihat REKAPIN Finance atau tonton video tutorialnya.

Artikel terkait

Lihat semua artikel