Cara Menghitung HPP untuk Seller Online, Lengkap dengan Contoh
Cara menghitung HPP (harga pokok penjualan) untuk seller Shopee dan TikTok Shop: apa saja yang masuk modal, rumus rata-rata dan FIFO, plus contoh angka.

Poin penting
- HPP adalah modal dari barang yang terjual, bukan total belanja stok bulan itu.
- Modal per barang mencakup harga beli, ongkir dari supplier, dan biaya lain sampai barang siap dijual.
- Saat harga supplier berubah, pilih rata-rata tertimbang atau FIFO, lalu pakai cara yang sama setiap bulan.
Daftar isi
HPP, atau harga pokok penjualan, adalah modal dari barang yang benar-benar terjual. Angka inilah yang dipakai untuk menghitung laba. Kalau HPP-nya salah, laba di laporanmu ikut salah, walaupun omzet dan potongan marketplace sudah dihitung dengan benar.
Banyak seller hanya memakai harga beli dari supplier sebagai modal. Padahal ada biaya lain yang ikut menempel di barang sebelum barang itu siap dijual. Di bawah ini apa saja yang masuk HPP, dua cara menghitungnya saat harga supplier berubah, dan kesalahan yang paling sering terjadi.
HPP itu modal barang yang terjual, bukan semua belanja stok
Uang yang kamu keluarkan untuk belanja stok belum tentu langsung menjadi HPP. Barang yang masih di rak adalah persediaan, bukan biaya. Barang itu baru menjadi HPP saat terjual.
Karena itu, laba bulan ini dihitung dari uang yang cair dikurangi modal barang yang terjual bulan ini, bukan dikurangi total belanja stok bulan ini. Kalau bulan ini kamu restock besar-besaran, labanya akan terlihat anjlok, padahal penjualannya biasa saja.
Apa saja yang masuk modal per barang
Modal per barang adalah semua biaya sampai barang itu siap dijual. Untuk seller yang membeli barang jadi, biasanya terdiri dari:
- Harga beli dari supplier, setelah dikurangi diskon dari supplier.
- Ongkir dari supplier ke gudangmu, dibagi jumlah barang dalam kiriman itu. Ini berbeda dengan ongkir ke pembeli.
- Biaya yang membuat barang siap dijual, misalnya label, segel, atau ongkos sablon.
Contohnya (angka hanya ilustrasi): kamu membeli 50 kaos seharga Rp35.000 per pcs, ongkir dari supplier Rp50.000 untuk satu kiriman, dan label Rp500 per pcs. Ongkir per pcs = 50.000 ÷ 50 = Rp1.000. Modal per pcs = 35.000 + 1.000 + 500 = Rp36.500.
Kemasan pengiriman seperti plastik, bubble wrap, dan kardus boleh dimasukkan ke modal per barang atau dicatat sebagai pengeluaran usaha. Dua-duanya benar asal kamu konsisten. Yang salah adalah memasukkannya ke dua tempat sekaligus, karena biayanya jadi terhitung dua kali.
Kalau barangnya tidak beli jadi
Isi modal per barang tergantung cara barang itu didapat:
- Produksi sendiri: bahan baku per barang, ditambah upah dan biaya produksi lain yang bisa dibagi per barang.
- OEM atau maklon: harga per pcs dari pabrik, ditambah ongkir ke gudangmu dan biaya lain sampai barang siap dijual.
- Dropship: harga dari supplier per pesanan, termasuk biaya packing dari supplier kalau ada. Karena kamu tidak menyimpan stok, modal ini langsung menjadi HPP saat pesanan dikirim.
- Bundling: jumlah modal semua barang di dalam paket, ditambah biaya kemasan paketnya.
Rumus HPP dalam satu bulan
Untuk menghitung total HPP selama sebulan, rumus dasarnya adalah HPP = persediaan awal + pembelian bulan ini - persediaan akhir. Semua dihitung dengan nilai modal, bukan harga jual.
Contohnya (angka hanya ilustrasi):
- Persediaan awal 1 September
- Rp2,4 juta
- Pembelian selama September
- Rp3,6 juta
- Persediaan akhir 30 September
- Rp1,8 juta
- HPP September
- 2,4 juta + 3,6 juta - 1,8 juta = Rp4,2 juta
Persediaan akhir sebaiknya diambil dari hitungan fisik, bukan hanya dari catatan. Barang yang hilang atau rusak membuat persediaan akhir lebih kecil, sehingga selisihnya ikut terhitung di HPP. Kalau kerugian itu sudah kamu catat sebagai pengeluaran, kurangi dulu dari HPP supaya tidak terhitung dua kali. Untuk tahu berapa yang hilang, lakukan stok opname secara rutin.
Harga supplier berubah? Pilih rata-rata atau FIFO
Harga dari supplier jarang tetap. Kalau stok lama dan stok baru dibeli dengan harga berbeda, kamu perlu memilih cara menghitung modal barang yang terjual. Dua cara yang paling umum:
- Rata-rata tertimbang. Modal stok lama dan stok baru dirata-rata sesuai jumlah barangnya. Cara ini paling praktis untuk toko dengan banyak SKU.
- FIFO (first in, first out). Barang yang dibeli lebih dulu dianggap terjual lebih dulu, jadi modalnya mengikuti urutan pembelian.
Contohnya (angka hanya ilustrasi): ada stok lama 40 pcs dengan modal Rp30.000, lalu datang 60 pcs baru dengan modal Rp33.000. Bulan ini terjual 50 pcs.
Dengan rata-rata tertimbang, modal per pcs = (1,2 juta + 1,98 juta) ÷ 100 = Rp31.800, jadi HPP untuk 50 pcs = Rp1,59 juta. Dengan FIFO, yang terjual adalah 40 pcs lama dan 10 pcs baru, jadi HPP-nya Rp1,2 juta + Rp330 ribu = Rp1,53 juta.
Selisihnya Rp60 ribu. Untuk satu produk memang kecil, tapi bisa terasa kalau harga supplier sering naik. Pilih salah satu cara dan pakai terus, supaya laba antarbulan bisa dibandingkan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai harga beli terakhir untuk semua stok. Kalau harga supplier naik, stok lama ikut dihitung lebih mahal dan labanya jadi terlalu kecil. Kalau harga turun, labanya jadi terlalu besar.
- Lupa ongkir dari supplier. Untuk barang yang murah dan ringan, ongkir ini bisa cukup besar dibanding harga belinya.
- Menghitung belanja stok sebagai HPP. Bulan saat restock terlihat rugi, lalu bulan berikutnya terlihat sangat untung.
- Tidak memperbarui modal saat harga supplier berubah, sehingga HPP terus memakai angka lama.
- Lupa barang retur yang sudah kembali. Barang retur yang kembali dalam kondisi baik masuk lagi ke stok, jadi modalnya tidak boleh tetap dihitung sebagai barang terjual. Paket yang tidak kembali perlu dilacak dan diklaim.
Setelah HPP benar
Tiga angka lain ikut bisa dipercaya: laba per pesanan, harga jual minimal supaya tidak rugi, dan ROAS impas iklanmu. Ketiganya dihitung dari modal per barang, jadi salah sedikit di HPP akan terbawa ke semua keputusan itu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa beda HPP dan modal?
Modal per barang adalah biaya untuk mendapatkan satu barang sampai siap dijual. HPP adalah jumlah modal dari barang-barang yang sudah terjual dalam satu periode. Modal barang yang belum laku masih berupa persediaan, belum menjadi HPP.
Apakah biaya iklan masuk ke HPP?
Tidak. Iklan adalah biaya usaha untuk menjual, bukan biaya untuk mendapatkan barang. Catat iklan terpisah, lalu kurangkan setelah laba penjualan dihitung. Cara menilai iklan ada di artikel ROAS impas.
Apakah ongkir ke pembeli masuk ke HPP?
Tidak. Ongkir ke pembeli adalah biaya pengiriman penjualan, biasanya muncul sebagai potongan atau biaya di laporan marketplace. Yang masuk modal hanya ongkir dari supplier ke gudangmu.
Seberapa sering HPP perlu dihitung?
Total HPP dihitung setiap bulan untuk laporan laba rugi. Modal per barang perlu diperbarui setiap kali harga supplier berubah, supaya HPP bulan berikutnya tidak memakai angka lama.
Bagaimana menghitung HPP untuk produk dengan banyak varian?
Kalau modal antarvarian sama, satu angka modal cukup untuk semua varian. Kalau berbeda, misalnya ukuran besar lebih mahal dari supplier, catat modal per varian supaya HPP dan laba per varian tidak tertukar.
Apakah barang rusak atau hilang masuk ke HPP?
Kalau kamu memakai rumus persediaan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan akhir, kerugian itu otomatis ikut masuk ke HPP. Lebih rapi kalau dicatat terpisah sebagai kerugian barang lewat stok opname, supaya kamu tahu berapa nilainya setiap bulan.
Apakah HPP sama dengan harga jual minimal?
Tidak. HPP hanya modal barang. Harga jual minimal juga harus menutup potongan marketplace, kemasan, dan risiko retur. Cara menghitungnya ada di artikel cara menentukan harga jual.
Apakah diskon dari supplier mengurangi HPP?
Ya. Modal dihitung dari harga beli setelah diskon supplier. Diskon yang baru diterima belakangan, misalnya potongan akhir bulan, dibagi ke barang yang dibeli dalam periode itu.
Tentang penerbit
REKAPIN Blog ditulis oleh Tim REKAPIN Finance, pembuat aplikasi pembukuan untuk seller TikTok Shop dan Shopee. Angka contoh di artikel adalah ilustrasi, dan aturan marketplace bisa berubah, jadi selalu cek sumber resminya. Cara kami menulis.



