Kenapa Laba Shopee Tidak Sesuai Omzet? 7 Potongan yang Sering Terlewat
· 6 menit baca · Tim REKAPIN Finance

Omzet bulan ini kelihatan bagus, tapi saat saldo dicek, uang yang masuk jauh lebih kecil. Kalau kamu pernah merasakan ini, kamu tidak sendirian. Hampir semua seller Shopee mengalami selisih antara omzet dan uang yang benar-benar cair.
Selisih itu bukan kesalahan sistem. Isinya potongan-potongan resmi yang tercatat di laporan penghasilan Shopee, hanya saja tersebar di banyak kolom sehingga mudah terlewat. Berikut tujuh yang paling sering luput.
Omzet, uang cair, dan laba itu tiga angka berbeda
Omzet adalah total harga jual pesanan. Uang cair, yang di laporan Shopee disebut Total Penghasilan, adalah uang yang benar-benar dilepas ke saldo penjual setelah semua potongan. Laba adalah uang cair dikurangi modal barang.
Jadi urutannya selalu begini: omzet dikurangi potongan marketplace menjadi uang cair, lalu uang cair dikurangi modal menjadi laba penjualan. Kalau laba dihitung langsung dari omzet, hasilnya pasti terlihat lebih besar dari kenyataan.
7 potongan yang sering terlewat
- Biaya administrasi. Komisi yang dipotong dari setiap pesanan yang berhasil. Besarnya tergantung kategori produk dan jenis toko.
- Biaya layanan. Biaya untuk program yang kamu ikuti, misalnya program gratis ongkir atau promo XTRA. Sering terlupa karena didaftarkan sekali, lalu berjalan terus.
- Biaya proses pesanan. Biaya per pesanan yang tercatat terpisah dari biaya administrasi.
- Biaya transaksi. Biaya yang berkaitan dengan pembayaran pesanan.
- Voucher yang ditanggung penjual. Voucher toko dan voucher co-fund mengurangi uang yang kamu terima, walaupun di mata pembeli terlihat seperti diskon biasa.
- Komisi affiliate (AMS). Kalau penjualan datang dari affiliate, komisinya dipotong dari penghasilan pesanan itu.
- Selisih ongkir. Ongkir yang tidak sepenuhnya ditanggung pembeli atau program, termasuk ongkir pesanan yang gagal kirim.
Nama kolomnya bisa sedikit berbeda antar toko dan bisa bertambah kapan saja. Jadi jangan hanya menghafal daftar kolom. Cara paling aman adalah memastikan total semua potongan sama persis dengan selisih antara harga jual dan Total Penghasilan.
Siapa yang menanggung diskon?
Laporan Shopee memisahkan diskon yang ditanggung penjual dan diskon yang ditanggung Shopee atau bank. Di mata pembeli keduanya terlihat sama, tapi dampaknya ke kantongmu sangat berbeda.
Diskon dari Shopee tidak mengurangi penghasilanmu, sedangkan diskon dari penjual mengurangi. Kalau keduanya digabung, potonganmu terlihat lebih besar dari kenyataan, dan kamu bisa menaikkan harga tanpa alasan.
Cara menghitung laba bersih per pesanan
Contoh sederhana dengan angka ilustrasi:
- Harga jual setelah diskon penjual: Rp80.000
- Total potongan marketplace: Rp14.000
- Uang cair (Total Penghasilan): Rp66.000
- Modal barang dan kemasan: Rp45.000
- Laba penjualan: Rp21.000
Laba penjualan ini belum termasuk iklan, gaji, sewa, dan paket yang gagal kirim. Untuk tahu untung usaha yang sebenarnya, semua biaya itu juga harus dikurangi.
Angka di atas hanya contoh. Potongan setiap toko berbeda, jadi selalu hitung dari laporan penghasilan tokomu sendiri.
Kenapa menghitung manual itu melelahkan
Satu pesanan bisa punya belasan kolom potongan. Kalau pesananmu ratusan per minggu, mencocokkan semuanya di spreadsheet makan waktu berjam-jam, dan satu rumus yang salah bisa membuat seluruh laporan meleset.
Di REKAPIN Finance, laporan pesanan dan laporan penghasilan cukup di-import. Setiap pesanan dicocokkan dengan uang yang cair, potongannya dirinci per komponen, dan pesanan yang totalnya tidak seimbang langsung dilaporkan.
Omzet menunjukkan seberapa ramai tokomu. Uang cair dan laba menunjukkan seberapa sehat. Biasakan membaca keduanya, dan jangan pernah menghitung laba dari omzet.



