Lewati ke konten utama
HARGA & DISKON

Harga Coret di TikTok Shop dan Shopee: Kenapa Laba Bisa Terlihat Dua Kali Lipat

· 5 menit baca · Tim REKAPIN Finance

Harga Coret di TikTok Shop dan Shopee: Kenapa Laba Bisa Terlihat Dua Kali Lipat

Harga coret adalah trik penjualan yang sah: harga awal ditampilkan dicoret, lalu harga setelah diskon ditampilkan besar-besar. Pembeli merasa mendapat potongan besar, dan penjualan naik.

Masalahnya muncul saat menghitung laba. Kalau yang terbaca adalah harga coretnya, omzet bisa terlihat hampir dua kali lipat, dan potongan terlihat jauh lebih besar dari aslinya.

Contoh sederhana

Misalkan sebuah produk ditampilkan dengan harga coret Rp90.000 dan harga jual Rp48.000 setelah diskon penjual. Pembeli membayar sekitar Rp48.000, bukan Rp90.000.

  • Kalau omzet dihitung dari harga coret: Rp90.000 per pesanan.
  • Kalau omzet dihitung dari harga jual sebenarnya: Rp48.000 per pesanan.

Untuk 500 pesanan, selisihnya lebih dari Rp20 juta. Angka sebesar itu cukup untuk membuat kamu merasa aman padahal tokonya sedang tipis untung, atau membuat keputusan iklan dan stok yang keliru.

Harga mana yang harus dipakai?

Untuk menghitung laba, pakai harga jual setelah diskon yang ditanggung penjual. Itulah harga yang benar-benar kamu tawarkan ke pembeli.

Diskon yang ditanggung platform lain ceritanya. Diskon itu dibayar oleh marketplace, jadi tidak mengurangi pendapatanmu. Kalau diskon platform ikut dikurangkan, harga jualmu malah terlihat lebih kecil dari seharusnya.

Di laporan TikTok Shop

Laporan pesanan TikTok Shop biasanya memuat beberapa kolom harga sekaligus: harga asli per SKU, subtotal sebelum diskon, diskon dari platform, diskon dari penjual, dan subtotal setelah diskon. Di file, nama kolomnya biasanya dalam bahasa Inggris, seperti SKU Seller Discount dan SKU Platform Discount.

Harga jual yang dipakai untuk laba adalah harga asli dikali jumlah barang, lalu dikurangi diskon dari penjual saja. Diskon dari platform tidak ikut dikurangkan.

Di laporan Shopee

Shopee punya lebih dari satu versi format laporan. Di sebagian toko, kolom Harga Asli Produk sudah berisi harga coret, dan diskonnya ditulis terpisah di kolom Total Diskon Produk. Di toko lain, harganya sudah bersih. Membaca kolom yang sama dengan cara yang sama untuk semua toko bisa membuat angkanya meleset.

Pegangan paling aman: pastikan harga jual dikurangi semua potongan sama dengan Total Penghasilan di laporan penghasilan. Kalau tidak seimbang, ada harga atau potongan yang terbaca salah.

Kalau tokomu tidak memakai harga coret

Kolom diskon penjual biasanya berisi nol. Itu tidak masalah: harga jualnya tetap harga asli dikali jumlah barang, dan labanya tidak berubah menjadi nol.

Dampaknya ke keputusan

  • Omzet palsu membuat target penjualan terasa sudah tercapai.
  • Potongan terlihat raksasa, sehingga kamu bisa salah menilai program marketplace.
  • ROAS iklan terlihat lebih bagus dari kenyataan, sehingga iklan yang merugi terus berjalan.

REKAPIN Finance membaca harga jual setelah diskon penjual untuk TikTok Shop dan Shopee, lalu memeriksa bahwa angkanya seimbang dengan uang yang cair. Omzet, potongan, dan labamu kembali ke angka yang sebenarnya.

Harga coret boleh dipakai untuk menarik pembeli, asal tidak ikut menipu laporanmu sendiri.

Panduan lainnya

HUBUNGI REKAPIN FINANCE

Ada pertanyaan
sebelum membeli?

Tim REKAPIN siap bantu soal paket, pembayaran, aktivasi lisensi, dan cara import data bisnismu. Jangan kirim data toko, laporan, PIN, credential lokal, atau private key lewat email maupun chat.