Harga Coret di TikTok Shop dan Shopee: Kenapa Laba Bisa Terlihat Dua Kali Lipat
Harga coret bisa membuat omzet dan laba terlihat jauh lebih besar. Pelajari harga mana yang harus dipakai untuk menghitung laba yang benar.

Poin penting
- Menghitung omzet dari harga coret bisa membuat omzet terlihat hampir dua kali lipat.
- Untuk menghitung laba, pakai harga jual setelah diskon yang ditanggung penjual. Diskon dari platform tidak mengurangi pendapatanmu.
- Pastikan harga jual dikurangi semua potongan sama dengan uang yang cair di laporan penghasilan.
Daftar isi
- Tiga harga yang perlu dibedakan
- Contoh sederhana
- Harga mana yang harus dipakai?
- Di laporan TikTok Shop
- Di laporan Shopee
- Kalau tokomu tidak memakai harga coret
- Dampaknya ke keputusan
- Contoh: ROAS yang terlihat dua kali lebih bagus
- Cara memeriksa laporanmu dalam 10 menit
- Diskon bertumpuk saat kampanye besar
- Pakai harga coret dengan jujur
- Checklist agar harga coretmu aman dan labamu tetap terbaca
- Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Sumber dan rujukan
Harga coret di TikTok Shop dan Shopee adalah trik penjualan yang sah: harga awal ditampilkan dicoret, lalu harga setelah diskon ditampilkan besar-besar. Pembeli merasa mendapat potongan besar, dan penjualan naik.
Masalahnya muncul saat menghitung laba. Kalau yang terbaca adalah harga coretnya, omzet bisa terlihat hampir dua kali lipat, dan potongan terlihat jauh lebih besar dari aslinya.
Tiga harga yang perlu dibedakan
- Harga coret. Harga sebelum diskon yang ditampilkan dicoret. Pembeli tidak membayar harga ini.
- Harga setelah diskon penjual. Harga yang kamu tawarkan setelah potongan yang kamu tanggung sendiri. Inilah dasar untuk menghitung omzet dan laba.
- Harga yang dibayar pembeli. Harga setelah semua diskon, termasuk voucher dari marketplace atau bank. Bisa lebih kecil dari harga setelah diskon penjual, tapi selisihnya dibayar pihak lain, bukan kamu.
Ketiganya bisa muncul di laporan dalam kolom yang berbeda. Kesalahan paling sering adalah memakai harga pertama atau harga ketiga, padahal yang benar adalah harga kedua.
Contoh sederhana
Misalkan sebuah produk ditampilkan dengan harga coret Rp90.000 dan harga jual Rp48.000 setelah diskon penjual. Pembeli membayar sekitar Rp48.000, bukan Rp90.000.
- Kalau omzet dihitung dari harga coret
- Rp90.000 per pesanan.
- Kalau omzet dihitung dari harga jual sebenarnya
- Rp48.000 per pesanan.
Untuk 500 pesanan, selisihnya lebih dari Rp20 juta. Angka sebesar itu cukup untuk membuat kamu merasa aman padahal tokonya sedang tipis untung, atau membuat keputusan iklan dan stok yang keliru.
Harga mana yang harus dipakai?
Untuk menghitung laba, pakai harga jual setelah diskon yang ditanggung penjual. Itulah harga yang benar-benar kamu tawarkan ke pembeli.
Diskon yang ditanggung platform lain ceritanya. Diskon itu dibayar oleh marketplace, jadi tidak mengurangi pendapatanmu. Kalau diskon platform ikut dikurangkan, harga jualmu malah terlihat lebih kecil dari seharusnya.
Di laporan TikTok Shop
Laporan pesanan TikTok Shop biasanya memuat beberapa kolom harga sekaligus: harga asli per SKU, subtotal sebelum diskon, diskon dari platform, diskon dari penjual, dan subtotal setelah diskon. Di file, nama kolomnya biasanya dalam bahasa Inggris, seperti SKU Seller Discount dan SKU Platform Discount.
Harga jual yang dipakai untuk laba adalah harga asli dikali jumlah barang, lalu dikurangi diskon dari penjual saja. Diskon dari platform tidak ikut dikurangkan.
Di laporan Shopee
Shopee punya lebih dari satu versi format laporan. Di sebagian toko, kolom Harga Asli Produk sudah berisi harga coret, dan diskonnya ditulis terpisah di kolom Total Diskon Produk. Di toko lain, harganya sudah bersih. Membaca kolom yang sama dengan cara yang sama untuk semua toko bisa membuat angkanya meleset.
Pegangan paling aman: pastikan harga jual dikurangi semua potongan sama dengan Total Penghasilan di laporan penghasilan. Kalau tidak seimbang, ada harga atau potongan yang terbaca salah.
Kalau tokomu tidak memakai harga coret
Kolom diskon penjual biasanya berisi nol. Itu tidak masalah: harga jualnya tetap harga asli dikali jumlah barang, dan labanya tidak berubah menjadi nol.
Dampaknya ke keputusan
- Omzet palsu membuat target penjualan terasa sudah tercapai.
- Potongan terlihat raksasa, sehingga kamu bisa salah menilai program marketplace.
- ROAS iklan terlihat lebih bagus dari kenyataan, sehingga iklan yang merugi terus berjalan.
Contoh: ROAS yang terlihat dua kali lebih bagus
Satu kampanye iklan dengan angka ilustrasi:
- Biaya iklan sebulan
- Rp2 juta
- Pesanan dari iklan
- 100
- Omzet dihitung dari harga coret Rp90.000
- Rp9 juta, ROAS 4,5
- Omzet dihitung dari harga jual Rp48.000
- Rp4,8 juta, ROAS 2,4
Di atas kertas, ROAS 4,5 terlihat sehat. Kenyataannya ROAS-nya 2,4. Kalau ROAS impas produk ini 3, iklan itu sebenarnya membuat toko rugi, dan anggarannya justru bisa dinaikkan karena angkanya terlihat bagus.
Cara memeriksa laporanmu dalam 10 menit
- Ambil 10 pesanan acak dari bulan lalu, campur yang memakai harga coret dan yang tidak.
- Buka halaman pesanannya di Seller Center, lalu catat harga yang benar-benar kamu tawarkan setelah diskon penjual.
- Bandingkan dengan angka harga jual di spreadsheet atau laporanmu.
- Kalau angka di laporan sama dengan harga coret, rumus atau kolom yang kamu pakai salah.
- Terakhir, pastikan harga jual dikurangi potongan sama dengan uang yang cair untuk pesanan-pesanan itu.
Sepuluh pesanan cukup untuk menemukan kesalahan yang berulang. Setelah rumusnya benar, periksa lagi setiap kali format laporan marketplace berubah.
Diskon bertumpuk saat kampanye besar
Saat kampanye tanggal kembar atau akhir tahun, satu pesanan bisa memakai beberapa diskon sekaligus: harga coret, diskon toko, voucher toko, voucher marketplace, dan potongan flash sale. Pembeli hanya melihat satu harga akhir, tapi laporanmu mencatat setiap diskon di kolom berbeda.
Untuk menghitung harga jual yang benar, jumlahkan hanya diskon yang kamu tanggung, lalu kurangkan dari harga sebelum diskon. Diskon yang dibiayai marketplace atau bank dibiarkan. Lakukan ini untuk beberapa pesanan kampanye sebelum menyimpulkan apakah kampanye itu untung. Kampanye yang ramai belum tentu menyisakan laba setelah semua diskon yang kamu tanggung.
Pakai harga coret dengan jujur
Harga coret sebaiknya mencerminkan harga yang memang pernah berlaku. Shopee memasukkan menaikkan harga produk sebelum promosi ke daftar pelanggaran produk, dan TikTok Shop punya aturan soal klaim harga yang menyesatkan dan harga yang sudah kedaluwarsa untuk konten LIVE dan video.
Di luar aturan marketplace, Pasal 10 UU Perlindungan Konsumen melarang pelaku usaha membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan tentang harga dan tentang tawaran potongan harga. Selain itu, pembeli makin sering membandingkan harga. Diskon yang terasa palsu lebih cepat merusak kepercayaan daripada menaikkan penjualan.
Checklist agar harga coretmu aman dan labamu tetap terbaca
Aturan di atas terdengar abstrak sampai kamu mengubahnya jadi kebiasaan kerja. Lima kebiasaan ini menjaga harga coret tetap jujur sekaligus membuat perhitungan labamu tidak ikut kacau.
- Simpan bukti harga lama. Tangkapan layar halaman produk atau catatan harga beberapa minggu sebelum promo membuktikan bahwa harga coretmu memang pernah berlaku, kalau suatu hari ada yang mempertanyakannya.
- Jangan naikkan harga sesaat sebelum ikut promo. Itulah yang disebut Shopee sebagai pelanggaran. Kalau modal naik, naikkan harga jauh sebelum promo dan catat tanggalnya.
- Samakan harga di konten dan di daftar produk. Panduan TikTok Shop meminta harga yang kamu sebut di LIVE atau video sama dengan harga di daftar produk saat konten diunggah.
- Sebutkan syaratnya. Kalau harga hanya berlaku dengan voucher, minimal belanja, atau paket bundel, katakan itu. Contoh dari panduan TikTok Shop: harga sekian setelah diskon, atau harga sekian sebelum voucher diterapkan.
- Perbarui konten yang harganya sudah usang. Promo yang sudah berakhir atau harga yang sudah berubah membuat video lama menampilkan harga yang tidak lagi berlaku, dan itu termasuk yang dilarang.
Setelah kelimanya berjalan, hitung labamu dari harga setelah diskon yang kamu tanggung, bukan dari harga coret. Dengan begitu aturan marketplace dan laporan keuanganmu sama-sama aman.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah harga coret memengaruhi potongan marketplace?
Tidak secara langsung. Biaya administrasi Shopee dihitung dari harga asli dikurangi diskon produk dan voucher yang kamu tanggung, dan komisi TikTok Shop dari harga produk dikurangi diskon penjual. Jadi dasarnya harga setelah diskon yang kamu tanggung, bukan angka coretnya. Cocokkan hasilnya dengan kolom potongan di laporan penghasilan.
Apakah diskon dari platform harus dikurangkan dari harga jual?
Tidak. Diskon yang ditanggung platform dibayar oleh marketplace, jadi tidak mengurangi pendapatanmu. Yang dikurangkan hanya diskon yang kamu tanggung sendiri.
Bagaimana kalau saya ikut flash sale atau kampanye tanggal kembar?
Lihat siapa yang menanggung potongannya. Kalau diskon kampanye dibagi antara penjual dan marketplace, hanya bagian yang kamu tanggung yang mengurangi harga jual. Laporan biasanya memisahkan kedua bagian itu.
Apakah toko tanpa harga coret perlu memeriksa ini?
Tetap perlu, karena voucher toko dan diskon penjual lain juga memengaruhi harga jual. Pemeriksaan 10 pesanan di atas berlaku untuk semua toko.
Bagaimana mencatat harga jual di spreadsheet supaya tidak keliru?
Buat kolom terpisah untuk harga sebelum diskon, diskon yang ditanggung penjual, dan harga jual. Harga jual dihitung dengan rumus dari dua kolom pertama, bukan diketik manual. Dengan begitu, kesalahan baca kolom langsung terlihat.
Apakah harga coret wajib dipakai supaya laku?
Tidak. Harga coret hanya salah satu cara menonjolkan penawaran. Harga yang jujur, foto yang jelas, dan ulasan yang baik sering lebih menentukan. Kalau dipakai, pastikan harga sebelum diskonnya memang pernah berlaku.
Kenapa pembeli membayar lebih kecil dari harga jual saya?
Karena pembeli bisa memakai voucher marketplace, voucher bank, atau koin yang dibiayai pihak lain. Selisih itu tidak mengurangi pendapatanmu, jadi harga jualmu tetap harga setelah diskon penjual.
Kenapa omzet di dasbor Seller Center berbeda dengan laporan penghasilan?
Dasbor biasanya menghitung dari pesanan yang dibuat, bisa termasuk pesanan yang belum selesai atau akhirnya batal, dan kadang memakai harga sebelum potongan. Laporan penghasilan hanya memuat pesanan yang dananya sudah dilepas. Untuk laba, pakai laporan penghasilan.
Apakah harga coret memengaruhi HPP?
Tidak. HPP adalah modal barang dan tidak bergantung pada harga jual. Harga coret hanya memengaruhi omzet dan laba yang terbaca di laporan, bukan modalnya.
Sumber dan rujukan
Aturan dan biaya marketplace di artikel ini dicocokkan dengan halaman resmi di bawah. Isi artikelnya ditulis ulang dengan kata kami sendiri, dan angka contohnya hanya ilustrasi. Halaman marketplace bisa berubah kapan saja, jadi tanggal akses menunjukkan kapan kami terakhir membacanya.
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Pasal 10 melarang pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan tentang harga dan tawaran potongan harga.
- Apa itu Pelanggaran Produk?
Menaikkan harga produk sebelum promosi termasuk pelanggaran produk di Shopee.
- Klaim Harga yang Menyesatkan dan Harga yang Kedaluwarsa
Larangan harga menyesatkan dan harga kedaluwarsa pada konten LIVE dan video TikTok Shop.
- Biaya Administrasi Penjual Shopee
Biaya administrasi Shopee dihitung dari harga setelah diskon yang ditanggung penjual, bukan dari harga coret.
- Biaya Komisi Platform
Komisi TikTok Shop dihitung dari harga produk dikurangi diskon penjual.
Catatan metode. Nama kolom pada laporan TikTok Shop dan Shopee di artikel ini dibaca dari berkas ekspor Seller Center yang diolah REKAPIN pada September 2026. Format laporan bisa berbeda antar toko dan antar waktu.
Tentang penerbit
REKAPIN Blog ditulis oleh Tim REKAPIN Finance, pembuat aplikasi pembukuan untuk seller TikTok Shop dan Shopee. Angka contoh di artikel adalah ilustrasi, dan aturan marketplace bisa berubah, jadi selalu cek sumber resminya. Cara kami menulis.



